By | July 16, 2020

Berikut ini beberapa cara mudah untuk mempraktikkan rasa hormat kepada orang lain. Menguji keberagaman membantu remaja mempelajari lebih lanjut tentang diri mereka sendiri sebagai individu, norma keluarga, dan budaya teman sebayanya. Pengetahuan ini mendukung pertumbuhan psikologis dan sosial setiap siswa.

sukan atau motivasi yang membangun agar kesalahan tersebut tidak dilakukan di kemudian hari. Ingat, setiap orang itu wajar ketika melakukan kesalahan, yang penting adalah ia mau berubah dan mau memperbaikinya. Andaikan harapan seseorang diturunkan hingga titik nol, orang akan benar-benar menghargai semua yang dia miliki saat ini. Tipe introvert adalah mereka yang senang menyendiri, reflektif, dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang. Orang introvert lebih suka mengerjakan aktivitas yang tidak banyak menuntut interaksi, semisal membaca, menulis, dan berpikir secara imajinatif. Memiliki filsafat hidup; mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.

Jika ingin menghargai seseorang, maka mulailah bersikap baik dan sopan. Meskipun tampak mudah untuk berkomentar, tapi kamu harus menghargai sudut pandang orang lain karena apa yang orang lain alami dan rasakan akan berbeda dengan kehidupanmu. Karena setiap orang memiliki sifat yang kita suka dan tidak kita sukai. Jika kamu sudah terlanjur menjadi orang yang senang bergosip, maka kamu bisa dinilai menjadi orang yang kurang bisa dipercaya. Menunjukkan atau mengucapkan terima kasih adalah hal paling sederhana yang mungkin banyak orang lupa untuk mengatakannya.

Salah satunya tentang seorang anak yang sedang lapar meminta ibunya untuk dibuatkan namun dengan sikap yang tidak sopan dan anak ini pun dimarahi oleh ibunya. Dari tayangan tersebut, siswa-siswa mendapatkan pelajaran bahwa dengan bersikap tidak baik, maka kita akan menerima hal yang serupa. Tetapi dengan menggunakan tiga kata ajaib, tolong, maaf dan terima kasih dalam keseharian maka kita akan dihormati dan disukai orang lain.

Bangun penghargaan dirinya dengan menyeimbangkan kebutuhan orang tua untuk menjaganya dengan kebutuhan untuk mengatasi tugas baru. Apa yang orang tua katakan dapat membantunya belajar bahwa semua orang memiliki kekuatan dan kelemahan. Ia akan menyadari bahwa tidak perlu menjadi sempurna untuk merasa baik tentang dirinya. Mengajarkan anak prasekolah agar bisa menghargai dirinya sendiri agaknya menjadi tanggung jawab yang besar bagi kita sebagai orang tua.

Perbedaan kita – apakah berdasarkan kemampuan, ras, jenis kelamin, kesehatan psychological, orientasi seksual, usia, agama, budaya, penampilan, atau asal – meningkatkan dunia kita. Menyatukan orang-orang dari berbagai latar belakang dengan pengalaman hidup berbeda sebenarnya menghasilkan lebih banyak kreativitas, ide dan perspektif baru, serta peningkatan produktivitas. Penelitian menunjukkan bahwa memahami dan menghargai perbedaan mendorong perkembangan kognitif, pengambilan keputusan yang matang, dan perilaku positif individu.

Membentuk karakter anak akan lebih mudah bila dilakukan sejak usia dini. Seperti bagaimana mengucapkan kata maaf, terima kasih, dan menghargai orang lain. Meski terdengar sepele, tiga contoh itu adalah pendidikan karakter yang sangat dasar. Ketika kita terbiasa dalam sikap menghormati dan menghargai orang lain, dan membudaya dalam hidup kita maka tidak akan sulit bila dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menghargai orang

Sudah jelas islam sangat toleransi dalam perbedaan yang ada. Bahkan bukan menjadi alasan untuk kita saling bermusuhan, walaupun sering terjadi perbedaan pandangan, namun jangan mendorong kita berbuat tidak adil. Karena bersikap adil membuat kita lebih dekat dengan takwa. Dan kita diwajibkan berbuat baik selagi tidak ada sangkut pautnya dengan hal agama. Negara Indonesia mempercayai 6 agama, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Oleh karena itu toleransi harus diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Dari sana, saya belajar untuk menghormati setiap individu. Penghargaan juga perlu diberi penekanan terutama pada mereka yang memiliki standing sosial dan ekonomi lebih rendah. Dalam literatur Jawa, ada istilah tepo seliro atau tenggang rasa. Di Barat ada adagium “Do not do unto others what you don’t want others do unto you.” Jangan melakukan pada orang lain sesuatu yang kamu tidak mau orang lain lakukan padamu.

Jika sudah seperti ini, maka hal yang bisa kamu lakukan adalah bersikap tidak peduli terhadap omongannya dan tidak perlu merespon apa yang ia lakukan untuk merendahkanmu. Mungkin dengan begitu kamu justru bisa belajar sesuatu yang lebih baik darinya, atau setidaknya kamu membangun hubungan yang baik dengannya karena ia jadi merasa diperhatikah dan dihormati olehmu. Karena biasanya dalam dunia pekerjaan, orang-orang akan kurang menghargai kalau kamu berlaku tidak skilled, sering melalaikan tanggung jawab dan kesalahan lain yang berkaitan dengan pekerjaan. Sebelum kamu mengajukan protes atas sikap orang-orang yang tampaknya tidak menghargai kamu, langkah bijak yang pertama kali perlu kamu ambil adalah mengoreksi diri sendiri. Sebaliknya, apabila kamu bisa bersabar dan menjaga emosi kamu dengan baik, sesungguhnya kamu sedang menolong diri sendiri dan juga menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Memang tidak mudah untuk terus-menerus bersabar dengan orang yang membuat kita tidak nyaman dan bahkan sakit hati, namun tidak ada sesuatu yang lebih baik dari pada berusaha untuk tetap bersabar.